Rabu, 07 Januari 2009

KEUTAMAAN RAMADHAN

Salah satu dari Sepuluh indikasi sukses meraih keutamaan Ramadhan adalahMengoptimalkan infaq.

Rasulullah saw, seperti digambarkan dalam hadits, menjadi sosok yang paling murah dan dermawan di bulan Ramadhan. Di bulan inilah, satu amal kebajikan bisa bernilai puluhan bahkan ratusan kali lipat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Momentum seperti ini sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.


Senin, 29 Desember 2008

Jadilah seperti danau

Jadilah seperti danau

Cuba ambil segenggam garam, dan masukkan ke dalam segelas air itu.



“Masin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih mengernyih.

Sang guru ketawa kecil melihat wajah muridnya yang menyeringai kemasinan.

“Sekarang kau ikut aku.” Sang guru membawa muridnya ke danau berhampiran tempat mere



“Ambil garam yang tersisa dan taburkan ke danau. Sekarang, cuba kau minum air danau itu,” kata sang guru.

Si murid mengambil air danau menggunakan tangannya. “Ahh, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan telapak tangan.

Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air diatas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa masin di mulutnya.

”Terasakah masin garam yang kau taburkan tadi?” soal guru.

”Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.

Sang guru hanya membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

“Nak, segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.”
“Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah diqadar oleh Allah, sesuai utk dirimu. Jumlahnya tetap, begitu-begitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. “Tidak ada satu pun manusia yang bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi nak, rasa ‘masin’ dari penderitaan yg dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi nak, supaya tidak berasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu sebesar danau.”

Coretan penghantar: sama-sama mengambil ibrah dari kisah tersebut.renung kedalam hati, muhasabah diri, jaga hati, iman dan amal. Dipetik dari Luahan Rasa.

cepet selai kul dunkkkk

Penyakit klasik bagi yang sudah telanjur bekerja sebelum lulus: mau nyelesaiin kuliah susahnya minta ampun. Fenomena seperti ini banyak dijumpai di kampus-kampus yang mahasiswanya kreatif. Kreatif mencari kerja, kreatif ikutan project dsb dkk. Sampe fase ‘malas’ untuk menyelesaikan kuliahnya. Ya malas, bukan karena tidak mampu atau tidak cerdas. Malas lulus, bukan berarti ‘malas’ dalam arti sesungguhnya, tapi bisa berarti jenuh dengan sistem pengajaran, jenuh dengan dosen, jenuh dengan kesendirian.

Ada nasihat yang mengatakan “Jika kamu merasa bosan, buatlah sebuah karya, nikmati setiap detik prosesnya, dan syukuri hasilnya ”

Orang terkaya se dunia yaitu Bill Gates, adalah drop out semester 2 dari Computer Science Harvard University. Kalau nurutin Bill Gates, sekolah tidak perlu diterusin, yang penting muda foya-foya, tua kaya-raya, mati masuk sorga..

Tapi kalau mau pinter, ya terusin dulu sampai lulus S1. Soalnya di Indonesia ini, orang yang nggak lulus S1 tidak ada harganya di mata calon mertua, walaupun uangnya segepok pisang..




Selasa, 16 Desember 2008

kemah juara anak aceh

/media/YECHII/foto echi/IMG_0196.JPG
/media/YECHII/foto echi/IMG_0197.JPG
/media/YECHII/foto echi/IMG_0198.JPG